Jumat, 20 September 2013 - 09:32:14 WIB
Rekomendasi Temu Profesi Penyuluh dan Petani Provinsi Bali
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Informasi - Dibaca: 8508 kali

Profesionalisme merupakan persyaratan yang harus dimiliki penyuluh untuk meningkatkan profesionalisme petani dalam mewujudkan pembangunan pertanian dan kesejahteraan petani. Oleh karena itu, upaya peningkatan profesionalisme penyuluh harus dilaksanakan secara sistematis, terencana dan berkelanjutan oleh lembaga yang kompeten.  Untuk itu, pemerintah daerah harus segera menerbitkan Perda Kelembagaan Penyuluhan di Provinsi dan di semua Kabupaten  Bali  serta menghidupkan kembali Lembaga  Pendidikan dan Latihan yang sudah pernah ada di Bali.  Hal ini disampaikan oleh Ketua DPP PERHIPTANI, Ir. H. Isran Noor, M Si,  pada Acara Sarasehan dan Temu Profesi Penyuluh dan Petani Provinsi Bali, yang dilaksanakan pada tanggal 13 September 2013 di Desa Budaya Kertalangu, Kesiman, Denpasar, Bali.

Acara ini dihadiri 1000 peserta yang terdiri dari; Penyuluh Pertanian, Perikanan, Kehutanan, Petani, DPP dan DPW dan DPD PERHIPTANI, HKTI, Komisi II DPR Provinsi dan Kabupaten, SKPD Provinsi dan Kabupaten  serta Universitas Udayana.

Selesai presentasi Ketua Umum,  Sekjen PERHIPTANI Ir. Lamhi Hutauruk MS, menjelaskan Kegiatan DPP PERHIPTANI Tahun 2013, yaitu: Pembangunan Graha Penyuluh dan Pemutahiran Data Penyuluh Se Indonesia. Sekjen mengharapkan agar semua penyuluh di Bali segera mengirim sumbangan saham pembangunan Graha. Selanjutnya, penyuluh memutahirkan data pribadi penyuluh, dengan mengakses E- REGISTER, Website Perhiptani www.perhiptani.org

Sejalan dengan  pernyataan Ketua DPP PERHIPTANI,  Ketua HKTI Provinsi Bali,  Prof. Dr. Ir. I Nym. Suparta, MS., MM. menyampaikan, bahwa profesionalisme petani sangat tergantung pada profesionalisme penyuluh. Oleh karena itu, untuk  peningkatan profesionalisme petani perlu didahului peningkatan profesionalisme penyuluh. Untuk maksud ini, Ketua HKTI juga mendesak, agar pemerintah provinsi Bali medirikan kembali Balai Diklat di Bali, sehingga penyuluh dan petani dapat berlatih di Bali dan  tidak harus keluar provinsi untuk peningkatan kemampuan.

Pada kesempatan Acara Penutupan Sarasehan, Kepala Bakorluh/Kepala Dinas Peternakan Provinsi Bali, Ir. Putu Sumantra, M App, Sc.  mengajak semua pihak terkait untuk segera menyusun Naskah Akademis Pendirian Bakorluh  sebagai salah satu syarat dalam menwujudkan Perda Bakorluh Provinsi Bali.




0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)